Dialah yang Selayaknya Lebih Engkau Cinta⁣ ⁣

Posted on

Salah satu kebahagiaan manusia adalah manakala merasakan mencintai dan dicintai. Orang tua adalah sumber cinta yang paling tulus, mereka adalah muara kasih sayang. Mereka mencurahkan cinta dan kasih sayang mereka dengan tulus seolah tak pernah mengharap balas.

Namun, bagaimana jika kita tahu bahwasanya ada Dzat yang mencintai kita jauh lebih besar dan lebih tulus dari cinta orang tua kita? Tentu kita akan lebih mencintai-Nya dari rasa cinta kita kepada orang tua kita bukan?

Tiada lain, Dzat tersebut ialah Allah SWT. Dialah yang senantiasa mencintaimu tatkala manusia membencimu, Dialah yang akan selalu peduli pada mu ketika manusia mengacuhkanmu, Dialah yang akan selalu memberimu tatkala engkau meminta sesuatu, Dialah yang memperhatikanmu setiap saat meski seringkali engkau tak mengingat-Nya, Dialah yang mencukupi kebutuhanmu, membuatmu tertawa bahagia dan memberikan banyak kenikmatan yang tak terhingga kepadamu.

Tentunya Dialah yang paling berhak mendapatkan cintamu di antara cinta yang engkau berikan untuk kedua orang tuamu, kerabatmu, kawan-kawanmu dan kaum muslimin pada umumnya. Begitupun, selayaknya cintamu kepada mereka engkau landasi di bawah naungan cinta kepada Allah Ta’ala. Ingatlah bahwasanya mereka adalah bagian dari ujian.

Lalu apa yang engkau sombongkan? Kenapa engkau masih enggan untuk sekedar berdua dengan-Nya di sepertiga malam tatkala Dia menyerumu untuk sholat, berdzikir kepada-Nya, menghinakan dan merendahkan dirimu di hadapan-Nya? Kenapa hatimu tak malu tatkala engkau berbuat maksiat kepada-Nya sementara Dia mengetahuinya. Kenapa masih saja engkau duakan cinta-Nya, dan engkau langgar larangan-nya? Kenapa masih saja engkau cari-cari seribu alasan agar Dia selalu memberikan udzur dari perkara yang engkau buat-buat?

Dan kenapa masih saja engkau bakhil untuk meneteskan air matamu karena menyesali kesalahan dan dosa-dosa yang telah meliputimu? Sadarkanlah dirimu wahai jiwa yang terlarut dalam maksiat dan dosa. Sungguh tak ada sesuatu pun dalam dirimu yang patut untuk sombongkan. 

Ingatlah, Sesungguhnya Dia tidak membutuhkan kita tetapi kitalah yang sangat butuh terhadap Allah !.

“Dan segala nikmat yang ada padamu (datangnya) dari Allah, kemudian apabila kamu ditimpa kesengsaraan, maka kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan.” (QS. An-Nahl: 53).

0 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.