Tahera Rahman, Reporter TV Berhijab Pertama di AS

Posted on

Menunjukan identitas sebagai seorang muslim di Amerika Serikat memang masih menjadi hal minoritas, Salah satunya penggunaan hijab. Namun bagi mereka muslimah yang berada di Amerika, hal tersebut bukan menjadi halangan. Karena belakangan muslimah Amerika bersama hijab nya mulai menunjukan pengaruh untuk Amerika Serikat.

Tahera Rahman, adalah satu dari sekian banyak nama muslimah yang dikenal luas oleh publik AS. Hal itu tak terlepas dari profesi nya sebagai seorang Reporter televisi berhijab pertama di AS. 

Dilansir dari situs VOA indonesia, Setiap pukul 6 sore, stasiun WHBF-TV menyiarkan kabar cuaca dan berita terbaru ke para penonton di berbagai kota di negara bagian Illinois dan Iowa. Tahera Rahman, seorang perempuan berhijab, adalah wajah baru di depan kamera yang menyiarkan kabar-kabar itu. “(Hijab) normal bagi saya karena saya mengikuti jejak ibu saya,” tuturnya. Dan langkahnya membawanya ke stasiun tv WHBF-TV dimana dia menjadi reporter berita TV penuh waktu pertama di AS yang berhijab.

“Seiring bertambahnya usia, saya berusaha untuk lebih dekat dengan asal usul saya. Ada banyak anggota keluarga saya yang tidak pakai penutup kepala, tapi ibu saya pakai dan beberapa bibi saya juga. Saya diajarkan dalam Islam bahwa itu adalah pilihan,” imbuhnya.

Sebenarnya dunia reporter bukan hal baru bagi wanita keturunan Pakistan dan India tersebut, karena sebelum menjadi seorang reporter, ia adalah seorang produser acara berita. Direktur berita Mike Mickle tidak pernah meminta Tahera untuk mencopot hijabnya.

“Kami sadar dia yang pertama. Tapi meskipun dia yang ke-30, 300 atau 3000 sekalipun tidak akan ada bedanya. Kami melakukannya karena dia Tahera dan dia berhak mendapatkan peluang ini,” ujar Mickle.

Langkah yang dilakukan oleh Tahera ini merupakan sebuah kabar gembira bagi seluruh umat muslim yang berada di Amerika. Beberapa tokoh muslim Amerika menilai, bahwa langkah Tahera dinilai dapat menginspirasi bagi anak-anak muslim Amerika untuk berani mewujudkan mimpinya tanpa harus melepas identitas dan kepercayaan nya. 

Sementara itu, masih dilansir dari situs VOA Indonesia, Pusat Riset Pew memperkirakan ada 3.5 juta Muslim tinggal di AS, angka yang akan terus bertambah karena mereka akan menjadi kelompok agama terbesar kedua di AS menjelang tahun 2040. 

0 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.