Muslim Australia Yang Harus Bertahan Melawan Islamofobia

Posted on

Islamofobia adalah istilah kontroversial yang merujuk pada prasangka dan diskriminasi pada Islam dan Muslim, Istilah itu sudah ada sejak tahun 1980-an. Belahan bumi barat seolah menjadi wilayah dimana Islamofobia tumbuh dan berkembang lebih besar dibanding wilayah lainnya. 

Salah satu negara dengan tingkat Islamofobia cukup tinggi adalah Australia. Di negeri kangguru tersebut banyak tindakan yang mengarah pada Islamofobia. Seperti yang diungkap oleh seorang warga muslim Australia yang sering mendapat tindakan rasisme.

 Iman Gemma Khodr adalah seorang muslim di Cairns, Australia. Seperti dilansir SBS News pada Selasa (19/11), kala itu, Khodr yang sedang hamil berada di sebuah pusat perbelanjaan bersama anak perempuannya. Khodr menceritakan bagaimana seorang pria meneriaki nya dengan pernyataan Islamofobia sebelum pria itu menabrak mobilnya.

 “Tiba-tiba saya mendengar kata-kata, muslim, dan teroris, persetan. Bahkan mengingatnya saat ini membuat jantung saya berdetak kencang,” kata Khodr dalam sebuah sesi wawancara dengan SBS News.

Setelah kejadian itu, Khodr pun pergi melaporkan hal itu ke kantor polisi terdekat. “Menakutkan melihat permusuhan itu, kebencian yang dimilikinya. Bukan sekali saja ini terjadi, sudah setiap kali di komunitas muslim,” katanya. 

Sebuah analisis terbaru tentang kejahatan rasial di Australia menunjukkan perempuan dan anak-anak muslim menjadi target islamophobia paling sering. Hampir 350 insiden islamofobia dilaporkan selama dua tahun terakhir di mana pelecehan telah ada sejak usia prasekolah. Laporan islamofobia 2019 di Australia menemukan 60 persen serangan terjadi di depan publik pada 2016 dan 2017. Ini belum termasuk pelecehan di media daring, setidaknya ada 202 kasus yang terjadi. 

Laporan Pusat Studi Islam dan Peradaban Universitas Charles Sturt menemukan 70 persen korban islamofobia adalah perempuan dan gadis muslim. Para perempuan menjadi sasaran pelecehan verbal, kata-kata kotor, intimidasi fisik hingga ancaman pembunuhan di tempat umum. Yang paling sering terjadi saat berada di pusat perbelanjaan. Berdasarkan laporan itu, pria Anglo Celtic menjadi pelaku dalam tiga perempat kasus yang terjadi. 

Selain itu banyak penghinaan yang dilakukan menyasar pada penampilan dan agama seorang muslim, dengan 96 persen responden wanita menggunakan jilbab saat itu. 

Sumber berita : Republika.com

0 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.