Memaafkan Adalah Kemenangan

Posted on

Manusia adalah makhluk sosial, sederhananya manusia adalah makhluk yang tidak bisa hidup sendirian. Atau lebih sederhananya manusia tidak bisa hidup tanpa orang lain. Namun tentu saja sebagaimana adanya, sebagai makhluk sosial tentu kita tidak terlepas dari namanya masalah dengan sesama manusia. Rasa marah,kesal, malu, atau bahkan takut, adalah rasa yang kerap hinggap pada saat kita sedang dilanda masalah.

Lantas, Apa yang harus nya dilakukan ketika perasaan-perasaan itu datang? satu solusi sebenarnya, satu kata bahkan, “Memaafkan”. Bercermin dari surah Ali Imran 134, bahwa Allah SWT menyukai orang-orang yang dapat menahan amarah dan memaafkan kesalahan orang lain. 

Banyak keterangan atau kata bijak yang mengatakan bahwa memaafkan adalah kemenangan terbesar. salah satunya adalah dari sahabat Rasulullah SAW, Ali bin Abi Thalib, yang mengatakan “Memaafkan adalah kemenangan terbaik”. Lantas kemenangan atas apa? Pertempuran. Pertempuran melawan apa dan siapa? Pertempuran di sini bukanlah melawan musuh-musuh kita, melainkan pertempuran melawan hawa nafsu diri sendiri.

Setidaknya ada 3 pertempuran yang akan kita menangkan saat kita berhasil memaafkan. Pertama adalah kemenangan melawan rasa berani, sejatinya orang yang menyimpan dendam adalah mereka yang memiliki ketakutan untuk tersakiti kembali. Maka ketika kita berhasil menyingkirkan rasa dendam dan memutuskan untuk memaafkan kesalahan orang lain, atau bahkan kesalahan kita sendiri, maka kita adalah orang yang berani. Dan percaya atau tidak ketika kita berani memaafkan, maka kita juga akan berani menghadapi tantangan hidup yang lebih besar.

Kedua adalah kemenangan melawan kebebasan jiwa. sejatinya hati yang belum bisa memaafkan sebenarnya menciptakan belenggunya sendiri. Belum lagi, kita terbebani dengan kebencian kita pada orang lain. Memang butuh waktu untuk bisa mengikhlaskan semuanya. Pada proses perenungan ini, biasanya orang akan menyadari bahwa menyimpan dendam dalam hidup sama dengan menghabiskan waktu untuk berada dalam belenggu tersebut. Dengan memaafkan, mereka telah melepaskan belenggunya, belenggu orang lain dan akhirnya memperoleh kebebasan jiwanya. 

Terakhir adalah Kemenangan melawan Hawa nafsu dan bisikan setan. ketika nafsu dan amarah sudah bersatu, ego yang membelenggu, diperparah dengan bisikan setan yang setia mengganggu. Maka dipastikan perkara yang terjadi selanjutnya adalah penyesalan. Oleh karena itu, ketika kita berhasil memaafkan, secara tidak langsung kita sudah bisa mengalahkan semua perasaan tersebut. 

So sist,  Betapa indahnya hal atau perasaan yang diperoleh setelah memaafkan. Maka mulai sekarang, yu mulai atur rasa ragu untuk memaafkan dan menyingkirkan dendam, sebelum kita sendiri yang dimakan oleh api amarah dari dendam yang kita hasilkan sendiri.

0 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.