Rida Al-Tubuly, Sang Pemberani Dari Libya

Posted on

“Bahkan jika wanita bukan bagian dari perkelahian di Libya, kita harus menjadi bagian dari solusi,” adalah pesan yang disampaikan oleh Dr Rida Al-Tubuly dalam acara bertajuk ‘Anda kehilangan gambaran lengkap,’ yang terjadi pada 25 September 2018.

Wanita kelahiran tahun 1957 itu adalah seorang profesor Farmakologi di Universitas Tripoli, Nama Rida Al-Tubuly juga dikenal lewat organisasi Together We Build It. Organisasi ini mempromosikan keterlibatan perempuan dalam proses pembangunan perdamaian dan memerangi ketidaksetaraan dan pengucilan gender di Libya.

Wanita yang masuk ke dalam daftar 100 wanita berpengaruh versi BBC ini, menilai bahwa Pengucilan wanita secara sengaja dari ruang sipil dan publik di Libya telah menyebabkan kurangnya narasi dan input yang signifikan dari wanita akar rumput. Ini menghasilkan analisis yang tidak lengkap tentang akar penyebab konflik dan masalah perdamaian dan keamanan.

Telah banyak cara dan perjuangan yang telah Rida dan organisasi Together we Build it lakukan untuk memperjuangkan hak kesetaraan gender perempuan di Libya. Salah satunya ia telah melakukan perjalanan ke Jenewa untuk berbicara tentang tantangan yang dihadapi perempuan Libya yang berjuang untuk perdamaian terkait konflik di negara mereka. Misi mereka berfokus pada kesenjangan antara dukungan yang diberikan oleh komunitas internasional kepada aktivis perempuan untuk menjadi aktor perdamaian yang berpengaruh, dan kurangnya peluang nyata yang diberikan kepada mereka untuk memanfaatkan kapasitas ini dalam inisiatif perdamaian formal.

Pada 2018, ia mengatakan kepada Dewan Hak Asasi Manusia di Jenewa bahwa pertemuan tingkat tinggi PBB tentang masa depan Libya gagal untuk memasukkan keterlibatan perempuan.

“Masa depan wanita adalah sekarang, bukan besok dan bukan lusa. Saya mengkampanyekan perdamaian di semua tingkatan, dan saya yakin bahwa wanita dapat segera mengubah status quo di bidang yang secara historis diperuntukkan bagi pria, seperti pembangunan perdamaian dan mediasi konflik,” demikian kutipan Rida melalui BBC.

0 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.