Ilhan Omar, Muslimah Sang pengubah Sejarah Amerika

Posted on

Lahir dan besar di Somalia hingga akhirnya memutuskan mengungsi ke Amerika, nyatanya menjadi berkah tersendiri bagi Ilhan Omar. Wanita kelahiran 1982 ini lahir di Mogadishu dan besar di Baydhabo, Somalia. Bungsu dari 7 bersaudara ini menghabiskan empat tahun di kamp pengungsian di Kenya. Di tahun 1995, ia dan keluarganya pun memutuskan bermigrasi ke Amerika Serikat.

Mendapatkan pendidikan yang layak hingga akhirnya bisa berkuliah di jurusan Ilmu Politik dan Internasional membuatnya semakin percaya diri untuk terjun di dunia politik. Pada mulanya Omar bekerja di dunia pendidikan, dia memulai karir politiknya dengan menjalankan kampanye dewan kota dan bekerja sebagai pembantu senior masalah kebijakan bagi politikus Minnesota.

Pada tahun 2016 ia memberanikan diri untuk mengajukan diri sebagai  kandidat legislatif untuk Dewan Perwakilan Minnesota. Berkat keberaniannya itu ia pun berhasil mencatat sejarah bagi dunia politik Amerika, memenangkan pemilihan dan menjadi legislator Somalia-Amerika serta beragama Islam pertama di Amerika Serikat.

Tak sampai disitu, pada November 2018 lalu ia kembali berhasil menorehkan sejarah perpolitikan Amerika, dengan menjadi warga Somalia-Amerika pertama yang terpilih sebagai anggota Kongres Amerika Serikat. Ia mewakili daerah pemilihan kongres ke-5 Minnesota yang mencakup Minneapolis, Edina, Richfield, Golden Valley, dan pinggiran kota lainnya. 

Tak hanya itu, Ia dan Rashida Tlaib berhasil mencatatkan sejarah lainnya dengan meraih kursi kongres Amerika Serikat sebagai perempuan muslim pertama dalam sejarah Amerika serikat.

Omar sempat mendapat banyak pujian karena memperjuangkan perubahan larangan yang telah berumur 181 tahun terkait dengan pemakaian penutup kepala di House of Representatives atau DPR, sehingga memungkinkannya mengenakan hijab saat diambil sumpah dan menjadi anggota House Foreign Affairs Committee atau Komite Masalah Luar Negeri DPR.

Kedua perempuan ini merupakan pengkritik keras perlakuan Israel terhadap Palestina, dan hanya mereka politisi di Kongres yang secara terbuka mendukung gerakan boikot terhadap Israel. Hal ini membuat Rashida dan Ilhan menjadi wakil rakyat Amerika Serikat pertama dalam sejarah yang ditolak masuk ke Israel.

0 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.