Retno Marsudi dan Kepeduliannya Terhadap Palestina

Posted on

Bernama lengkap Retno Lestari Priansari Marsudi, atau yang publik kenal dengan nama Retno Marsudi adalah satu dari beberapa nama yang kembali dipercaya oleh presiden Joko Widodo untuk mengisi posisi menteri dalam kabinet Indonesia maju periode 2019-2024, setelah sebelumnya juga masuk dalam kabinet kerja periode 2014-2019. Ia kembali dipercaya untuk menduduki posisi Menteri Luar Negeri RI.

Jauh sebelum menjabat sebagai Menteri, ia sempat beberapa kali ditunjuk Indonesia sebagai duta besar Indonesia untuk beberapa negara, Norwegia dan Islandia diantaranya. Wanita kelahiran Semarang 27 November 1962 ini adalah lulusan S1 di Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, dan berhasil meraih gelar S2 Hukum Uni Eropa di Haagse Hogeschool, Belanda.

Sebagai Menteri Luar Negeri, Retno memiliki tanggung jawab salah satunya untuk memastikan dan membangun hubungan yang baik antara Indonesia dengan negara-negara sahabat, salah satunya adalah Palestina. Di beberapa kesempatan Retno menunjukan kepeduliannya terhadap Palestina, seperti di Forum-forum yang diselenggarakan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa(PBB) yang memang rutin membahas mengenai kemanusiaan dan salah satunya tentang Palestina.

Di satu kesempatan Menteri Retno Marsudi mengatakan bahwa perampasan atau aneksasi atas wilayah Palestina tengah berlangsung secara perlahan dan tidak manusiawi. Sehingga, Retno menekankan semua negara harus menentang hal tersebut. 

Retno mengatakan, penghancuran rumah dan pengusiran penduduk Palestina terjadi, dan Israel melakukan berbagai tekanan politik, ekonomi, dan sosial terhadap Palestina. Hal itu termasuk menyita penerimaan pajak Palestina yang merupakan porsi besar dari pendapatan Palestina. “Kekerasan otoritas dan para pendatang (settlers) Israel juga semakin meluas, termasuk penutupan pintu gerbang Masjid Al-Aqsa,” ujar Retno.

Dilansir dari pemberitaan Republika.co.id, Menlu Retno juga menekankan kembali bahwa Palestina adalah prioritas Indonesia. Indonesia pun telah meningkatkan bantuan untuk lembaga pengungsi PBB (UNRWA) hingga meluncurkan program peningkatan kapasitas untuk rakyat Palestina. Indonesia, kata Menlu, juga akan menyelenggarakan pertemuan khusus tentang Palestina saat Presidensi di Dewan Keamanan (DK) PBB pada Mei mendatang.

Selain itu, Menlu Retno menyerukan kembali harapan diterimanya Palestina sebagai anggota penuh PBB. Sebab, kini  Palestina dan kekuatan penjajah tidak berada pada posisi yang sama. “Merupakan tanggungjawab komunitas internasional untuk mengangkat posisi Palestina dan melindungi hak-hak rakyat Palestina,” tutup Retno.

0 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.