Penyerangan kepada Muslim dianggap “Normal” : Muslim Australia Minta Perlindungan

Posted on

Muslim di Australia mendapat cobaan yang sangat berat. Pasalnya, ada peringatan yang datang dari Federasi Dewan Islam Australia kepada umat muslim disana. Isinya sangat mengejutkan, diskriminasi terhadap umat muslim meningkat dan semakin rentan. Mengetahui bahwa ia adalah muslim itu mudah, mulai dari cara ia berpakaian sampai kepada cara beribadah bisa kita simpulkan bahwa ia adalah seorang muslim. Maka dari itu muncul perbedaan

Hal ini pun sudah dimasukkan kedalam naskah untuk diajukan dalam pembahasan RUU Diskriminasi Agama yang disusun pemerintah

Ketua Federasi, Dr Ruteb Juneid meminta draft RUU diperbaiki agar bisa memberikan perlindungan lebih besar terhadap umat Islam.

Dalam naskah tersebut tertulis, “Masyarakat Australia semakin tidak toleran terhadap minoritas, khususnya minoritas agama”

Di naskah itupun tertulis bahwa hadirnya perlindungan UU terhadap hak menjalankan agama sangat diperlukan untuk mencegah diskriminasi. Lembaga ini pun memohon untuk dimasukkan ketentuan-ketentuan mengenai fitnah dan penghinaan yang selama ini dirasakan umat Islam di Australia.

Khawatirnya konten-konten online yang anti Muslim semakin lazim dan pada gilirannya serangan terhadap orang Islam akan dianggap normal. Bahkan, Islamophobia ini semakin meningkat setelah peristiwa pembantaian jemaah masjid di Selandia Baru, yang dilakukan tersangka teroris asal Australia, Brenton Tarrant.

“Kami meminta pemerintah untuk mencari solusi yang bisa diterapkan, yaitu menyeimbangkan hak-hak seluruh umat beragama dan yang lainnya,” ujar Ketua Federasi Dewan Islam Australia

0 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.