Mengenang Arfa Karim Randhawa, Bocah Muslimah Termuda Pemegang Sertifikat Profesional Microsoft

Posted on

Di usia yang masih 9 tahun, namanya mengejutkan dunia. Bocah perempuan asal Pakistan ini, menyandang predikat sebagai orang termuda yang memegang sertifikat Microsoft Certified Professional (MCP).

Waktu itu, tahun 2008. Sebelumnya, pada 2004, dunia juga dikejutkan oleh capaian bocah ini. Dia menjadi orang termuda yang lulus ujian Microsoft.

Arfa Karim Randhawa, kini dikenal sebagai jenius di bidang komputer. Selain itu, dia juga dikenal sebagai sosok yang inspiratif.

Arfa, lahir dan besar sebagai muslimah. Hingga pada tahu 2012 lalu, dia meninggal dunia.

Ya, Arfa telah menjadi bocah muslimah yang menginspirasi dunia. Hingga kini, pencapaiannya dalam dunia komputer, terus dikenang.

Sebelum dipecahkan oleh Babar Iqbal, Arfa Karim adalah satu-satunya anak kecil yang berhasil lulus sertifikasi Microsoft.

Saat itu, Arfa yang masih berumur 9 tahun, diundang langsung oleh Presiden Microsoft, Bill Gates ke kantor pusat Microsoft di Redmond, Washington.

Dalam sebuah wawancara, Arfa mengaku bhawa dirinya mulai “tergila-gila” dengan komputer saat berusia 5 tahun. Saat itu Arfa masih duduk di bangku Taman Kanak-kanak (TK).

Arfa mulai “jatuh cinta” dengan mesin komputer ketika dirinya mengetahui bahwa teknologi tersebut bisa menyelesaikan persoalan matematika hanya dengan hitungan detik.

Sejak saat itu, Arfa merengek kepada ayahnya untuk membelikan komputer dan mulai mencoba-coba mengoperasikan komputer sendiri. Kemudian, saat menginjak sekolah dasar (SD), Arfa masuk ke sebuah perusahaan pelatihan komputer ternama di Mumbai, APTECH.

Oleh trainer APTECH, Arfa disarankan untuk mengikuti ujian sertifikasi Microsoft.

* * *

Arfa Abdul Karim Randhawa lahir di sebuah desa di kota industri di Pakistan, Faisalabad pada tanggal 2 Februari 1995. Kebanyakan anggota keluarga besar Arfa adalah seorang petani.

Ayah Arfa tergabung dalam anggota perdamaian PBB yang bertugas di Kongo. Sementara ibunya adalah seorang penyewa tanah.

Tidak ada anggota keluarganya yang ahli dalam bidang Information and Technology (IT). Tetapi seluruh keluarga Arfa selalu mendukung Arfa untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya, termasuk menggeluti dunia IT.

Begitu pulang dari kantor Microsoft, Arfa menjadi “primadona” bagi negaranya Pakistan. Bahkan oleh warga Pakistan, Arfa dijuluki sebagai “Sang Putri dari Pakistan” serta “Putri Bill Gates”.

“Putri Bill Gates” ini kemudian menjadi salah satu anak kecil Pakistan yang paling banyak mendapatkan pengakuan serta penghargaan dari berbagai organisasi serta tokoh penting.

Pada tanggal 2 Agustus 2005, Arfa berhasil mendapatkan medali emas dari salah satu penghargaan paling bergengsi di Pakistan, Fatimah Jinnah Gold Medals, untuk kategori bidang Ilmu dan Technologi.

Tidak hanya itu, Arfa juga mendapatkan penghargaan dari Salaam Pakistan Youth Award dan penghargaan khusus dari Presiden Pakistan “President’s Award for Pride of Performance” pada tahun 2005.

Arfa juga sempat dijadikan duta sebuah perusahaan Telekomunikasi ternama Pakistan, “EVO” pada Januari 2010.

Arfa juga sering menjadi pembicara di forum-forum internasional dalam bidang teknologi, seperti di Dubai dan Barcelona.

Ada hal lain yang juga menarik dari bocah muslimah ini. Arfa, juga dikenal gemar berpuisi.

Pada saat bertemu Bill Gates, Arfa menuliskan sebuah puisi untuk sang pendiri Microsoft.

Sejak kecil, Arfa memang dikenal sebagai sosok yang selalu berpikiran kreatif dan penuh dengan imajinasi. Tidak heran jika ia gemar membuat puisi.

Ayah Arfa menuturkan, anaknya tersebut merupakan salah satu penggemar berat penyair klasik kenamaan India, Allama Iqbal.

Tidak hanya itu, Arfa juga dikenal sebagai sosok yang sangat menggemari musik. Sejak kecil, Arfa sudah mulai bermain piano dan bernyanyi. Arfa bahkan sering memenangi lomba bernyanyi ketika masih kecil.

Tidak cukup menyandang predikat sebagai profesional Microsoft termuda di dunia, Arfa juga menyandang sebagai penerima sertifikat penerbangan termuda. Pada tanggal 2 Agustus 2005, Arfa mendapatkan izin untuk menerbangkan pesawat dan sertifikat penerbangan kelas pertama dari Dubai Flying Club.

* * *

Pada Sabtu, 14 Januari 2012, warga Pakistan dan dunia harus kehilangan salah satu belia paling jenius dan bertalenta di dunia. Arfa Karim mengembuskan napas terakhir setelah menderita komplikasi karena serangan epilepsi.

Gadis jenius ini meninggal pada saat usianya baru menginjak 16 tahun.

Keinginan yang belum sempat terwujud adalah membantu para generasi muda, khususnya dari desa-desa terpencil Pakistan untuk bisa mendapatkan pendidikan komputer.

Untuk mewujudkan impian tersebut, ayah serta ibu Arfa kemudian mendirikan “Arya Karim Foundation”.

Itulah Arfa Karim, anak muda jenius penuh talenta. Meskipun Arfa kini sudah tiada, sosoknya akan terus dikenang dan dijadikan inspirasi, khususnya bagi generasi muda.(*)

0 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.