Dr Susan Carland, Membalas Tiap Ujaran Kebencian Dengan 1 Dolar Menjadikannya Masuk Daftar 500 Muslim Berpengaruh

Posted on

Namanya, masuk dalam daftar 500 muslim paling berpengaruh yang dirilis PBB pada tahun 2009. Namanya, juga masuk dalam ’20 Most Influential Australian Female Voices’ yang dilansir melalui surat kabar paling berpengaruh di Australia: The Age.

Doktor Susan Carland. Mulanya, dia adalah seorang wanita yang menjadi mualaf. Waktu itu, usianya masih 19 tahun.

Dr Susan mengakui, memeluk agama Islam di Melbourne, Australia, merupakan tantangan tersendiri baginya. Dia menyadari bahwa banyak muslimah berhijab seperti dirinya yang masih mengalami diskriminasi.

“Hijab tak pernah membuat saya mundur atau menarik diri. Sayu-satunya yang bisa melakukan itu adalah asumsi yang diletakkan orang pada saya,” kata Susan.

Inilah yang kemudian membuat sosoknya menjadi perhatian publik. Saat itu, melalui twitter, nama Dr Susan Carland melejit.

Ini terjadi ketika dia “di-bully” karena keyakinannya. Yang membuat publik terhenyak, justri karena dia menyikapi ujaran kebencian yang ditujukan pada dirinya dengan menyumbangkan $1 AUD.

Ya, Dr Susan Carland menyumbangkan $1 AUD dari setiap ujaran kebencian yang diterimanya di Twitter.

Nama Dr. Susan Carland, yang kemudian diketahui adalah istri presenter ternama Austraia, Walled Aly menjadi dikenal. Bahwak, wanita yang kini bekerja sebagai dosen politik dan sosial di Monash University itu, saat ini menjadi penggerak komunitas muslim Australia.

“Saya masih bisa melakukan scuba diving, ke universitas, traveling dengan hijab. Hijab adalah hubungan dengan religius yang menjadi dresscode muslimah untuk keluar ke masyarakat dan melakukan hal berguna,” sambungnya.

Susan mengubah kebencian yang diterimanya menjadi sesuatu yang berguna bagi masyarakat. Melalui uang $1 AUD yang didonasikan atas setiap ujaran kebencian yang diterimanya di Twitter, Dr Susan kemudian menyumbangkan uang tersebut kepada anak-anak yang tidak mampu di seluruh belahan dunia.

Atas kiprahnya, Susan yang meraih gelar doktor di Monash university, Australia, melejit menjadi sosok yang menginspirasi dunia.

Ramadhan ini, Dr Susan berpesan, agar semua orang senantiasa saling membantu sebagai hal utama yang harus dilakukan sebagai manusia.

“Jadilah lampu atau perahu penyelamat atau sebuah tangga. Jadi artinya jadilah orang yang menerangi hidup orang lain, atau jadilah perahu penyelamat yang membantu orang yang sedang berjuang keluar dari kesulitannya dan jadilah tangga untuk selalu mengangkat orang lain. Itulah yang ditanamkan pada diriku. Jadilah pemberi, bukan penerima,” itulah pesan dari Susan.(*)

0 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.