Ketika Orang Dewasa Harus Belajar Pada Anak-anak

Posted on

Hampir semua orang dewasa, selalu percaya bahwa anak-anak harus belajar dari orang dewasa. Alasan utamanya, karena orang dewasa memiliki banyak pengalaman.

Orang dewasa, termasuk orangtuanya, sudah banyak ‘makan’ asam garam kehidupan.

Nah, apa jadinya kalau ternyata kita ternyata perlu belajar dari anak-anak?

“Justru karena kelahiran dan kehadiran anak saya, ini menjadi pelajaran berharga bagi saya. Karena, pada hakekatnya setiap anak memiliki potensi, memiliki bakat, dan sifat yang berbeda.”

Inilah yang menjadi pemikiran dan diprektikkan oleh mantan Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Jawa Barat, Netty Prasetiyani Heryawan.

Menurut istri mantan Gubernur Jawa Barat itu, setiap orangtua harus belajar bijak dengan cara belajar menyikapi cara berpikir, serta memahami pilihan hidup anak berbeda antara anak yang satu dan anak yang lainnya.

Pendapat si anak, kata Netty, tidak selalu sama dengannya, Netty juga belajar mengolah emosi serta konflik agar tidak memperpanjang suasana ketegangan dalam keutuhan suatu keluarga.

“Karena, anak pasti punya kekurangan. Nah, bagaimana caranya kita melihat sisi positif dari setiap anak untuk kita berikan harapan,” ujar Netty.

Baginya, orangtua harus menjadi jembatan untuk sang buah hati agar mampu menyalurkan potensi dan bakat yang dimiliki sehingga anak dapat menghasilkan sebuah mahakarya.

“Saya rasa saya harus menjadi pembelajar yang cepat karena kehadiran anak saya,” ujar Netty.(*)

0 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.