Ada Pelangi di Busana Muslim Dian Pelangi

Posted on

Tekadnya sudah bulat saat lulus dari Sekolah Menengah Pertama. Melanjutkan pendidikan ke Sekolah Menengah Kejuruan, jurusan tata-busana. Lima belas tahun kemudian, namanya menjadi brand terkenal, di level internasional.

Dian Pelangi, adalah salah satu founder Hijaber Community, komunitas muslimah muda yang aktif membagi tips dan pengalaman terkait hijab dan Islam.

Rancangan busana muslim yang didesainnya, menjadi trend banyak kalangan. Perjuangan yang dimulai, sejak lulus SMP. Saat itu, Dian memilih melanjutkan studi di SMK  jurusan tata busana.

Setelah itu, dia menjadi disainer. Dan, rancangannya membuatnya bisa melanjutkan sekolah di École supérieure des arts et techniques de la mode (ESMOD) dan lulus pada tahun 2008 dengan nilai yang tinggi.

Tahun 2009, pemilik butik Dian Pelangi tersebut bergabung dalam Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dan menjadi anggota termuda saat itu. Tidak hanya itu, di pertengahan tahun 2009, untuk pertama kalinya Dian mengikuti fashion show di Australia

Tahun-tahun berikutnya, nama Dian Pelangi makin menanjak. Menjadi brand, bukan saja di Indonesia. Tapi juga di kancah internasional.

Dia membangun bisnis yang juga dibangun oleh kedua orangtuanya Djamaloedin Sindon dan Hernani Mansyur.

Djamaloedin sendiri bercerita, bahwa bisnisnya dengan brand Dian Pelangi, sudah berdiri selama 27 tahun. Perusahaan itu dibangun ketika Dian Pelangi lahir dan diteruskan oleh putrinya.

Ada beberapa tips kesuksesan yang diterapkannya selama 27 tahun dalam membangun bisnis keluarga. Yang paling utama, adalah menjaga kepercayaan orang lain. Dalam dunia bisnis sangatlah penting. Tak hanya dalam tim tapi sebaiknya juga dilakukan dengan klien.

Selain itu, harus berani tampil beda. Dulu, brand Dian Pelangi mulai digunakan karena melihat peluang dan berani berbeda. Jika pada tahun 1990-an banyak produsen kain di Palembang yang memberi imbauan ‘luntur tidak ditanggung’, usaha Dian Pelangi justru mengeluarkan kain jumputan dengan tag ‘Ditanggung tidak luntur’.

Pada masa itu, usaha Dian Pelangi menjadi pemain satu-satunya yang berani memberikan garansi kepada pembeli kalau luntur bisa ditukar. Usaha itu mempunyai berbagai ramuan dengan tingkatan berbeda-beda untuk membuat kainnya tidur luntur.

Kemudian, berinovasi. Ini menjadi kunci utama untuk bisa sustainable menghadapi perkembangan zaman dan persaingan bisnis yang semakin ketat.(*)

0 Comments

Leave a comment

Your email address will not be published.